Seragam Kerja Dinas Pemerintahan

Seragam Kerja Dinas Pemerintahan

Seragam kerja dinas pemerintahan di Indonesia identik dengan kemeja dan celana panjang berwarna cokelat kopi atau cokelat muda. Seragam kerja ini digunakan pegawai negeri sipil (PNS) sebagai aparatur sipil negara (ASN).

 

Pada tahun 2016, pemerintah Indonesia memutuskan untuk mengatur kembali seragam kerja dinas pemerintahan. Tujuannya adalah untuk memberi keseragaman, karena ada ASN yang mengenakan pakaian daerah, atribut khas masing-masing instansi. Bahkan ada yang mengenakan atribut mirip anggota militer.

 

Padahal, aturan seragam kerja dinas peerintahan sudah tertera di Keputusan Presiden Nomor 50 tahun 1980 tentang Jenis-jenis Pakaian Sipil. Seragam kerja dinas pemerintahan hadir guna menunjang profesionalitas pelaksanaan kerja ASN.

 

Seragam kerja dinas pemerintahan dapat menciptakan persatuan dan kesatuan, jiwa kompak, semangat gotong royong, rasa aman, dan kualitas pelayanan publik. Karena itu, seragam kerja dinas pemerintahan haruslah nyaman dipakai, desain dan model serasi namun tetap sopan dan humanis.

 

Lalu, apa saja seragam kerja dinas pemerintahan para ASN?

  1. Pakaian dinas harian (PDH)

PDH adalah seragam kerja dinas model kemeja dengan dua saku dan kancing di bagian depan. Di bagian lengan, terdapat tambahan tali kain agar pemakai mudah melipatnya. Untuk seragam PDH ASN, tali tidak ditambahkan.

 

Di bagian kerah biasanya menggunakan kerah kemeja. Warna disesuaikan dengan instansi bersangkutan. Seragam PDH ASN biasanya berwarna cokelat kopi dan hijau.

 

Pakaian dinas harian ASN terdiri atas pakaian kerja umum dan pakaian kerja khusus. Berikut ulasannya.

  1. Pakaian kerja umum

Para ASN mengenakan pakaian kerja umum yang terdiri atas pakaian kerja nasional, pakaian kerja instansi, dan pakaian kerja tradisional.

Pakaian kerja umum dikenakan jika ASN tidak memberi pelayanan langsung atau terjun ke masyarakat. Pakaian ini hanya digunakan dalam ruangan saja. Berbeda dengan pakaian kerja khusus yang ditujukan pada ASN yang bekerja langsung ke masyarakat, seperti penyuluh, Satpol PP, petugas imigrasi, dan sebagainya.

 

Pakaian kerja umum terbagi lagi menjadi tiga macam, yakni pakaian nasional, kemeja atau blus putih lengan pendek atau panjang, dan celana panjang atau rok warna gelap. Jika ASN berada di instansi tertentu, maka akan mengikuti model dan warna yang telah ditetapkan.

 

Pakaian tradisional justru memberi corak dan budaya masing-masing daerah ASN bekerja. Entah itu dengan mengenakan batik, tenun, atau pakaian tradisional lain.

 

  1. Pakaian kerja khusus

Pakaian kerja khusus harus sesuai dengan karakteristik pelayanan yang diberikan. Simbol, warna, dan atribut tidak boleh menyerupai pakaian TNI/POLRI.

  1. Pakaian resmi

Pakaian resmi dikenakan bila ASN menghadiri acara atau upacara resmi kenegaraan baik di dalam dan luar negeri. Pakaian ini terdiri dari kemeja lengan panjang warna terang, celana panjang, jas gelap atau jas beskap tertutup bersaku, sarung, dasi, dan peci.

 

Untuk perempuan, terdiri dari blus lengan panjang, blazer gelap, rok atau celana panjang gelap. Alternatif lain mengenakan pakaian nasional seperti kebaya dan sejenisnya.

 

  1. Pakaian upacara bendera

Pakaian upacara bendera dikenakan saat upacara peringatan hari besar nasional. Seragam kerja dinas pemerintahan yang disiapkan kemeja Korpri/Korp ASN, celana panjang biru tua, peci. Untuk perempuan, kemeja Korpri/Korp ASN, rok atau celana panjang biru tua, kerudung.

 

Itulah hal yang perlu diperhatikan dalam menyiapkan seragam kerja dinas pemerintahan. Menyiapkan seragam terbaik akan menyelamatkan Anda dari salah kostum, bukan?

 

Butuh seragam kerja dinas pemerintahan? Kunjungi laman KLIK >> SERAGAM KERJA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *